Translate

 
Senin, 30 September 2013

Menampilkan Format Mata Uang Indonesia Di DataGridView C#

Assalamu Alaikum Wr.Wb.....
lama tak jumpa sobat....
kali ini saya ingin membagikan kepada semua pecinta program tentang source code C# untuk menampilkan format currency pada datagridvie.
Adapun Source code untuk menampilkan format currency pada C# seperti yang terlihat dibawah ini..



hasil dari source code diatas lihat gambar dibawah ini..



fungsi perintah DefaultCellStyle.format = "C"; yaitu untuk menampilkan format mata uang indonesia di datagridview..
 
itulah yang sempat sy bgkan kpda teman2..semoga dapat bermamfaat...
salam logika
wassalamu alaikum Wr.Wb...

#sumber : http://dcc-dp.org/berita463-menampilkan%20format%20mata%20uang%20indonesia%20di%20datagridview.html
Sabtu, 22 Juni 2013

Pengertian, Bentuk Umum, Contoh Program ARRAY C++

Salam buat para sahabat blogger....
Terkadang susah juga untuk menulis isi blog,
namun itu semua karena kepadatan schedule di dunia nyata saja, sehingga agak susah menulis di blog...

OKE, kali ini saya ingin berbagi tentang ARRAY pada C++.
ARRAY Banyak digunakan saat perhitungan bilangan matrix dan mengurutkan bilangan terkecil ke yang terendah....

Pada dasarnya konsep ARRAY C++ sama dengan bahasa pemprograman lainnya, seperti PASCAL, VB, DELPHI, PHP dan masih banyak lagi.

Dalam hal ini kita akan mempelajari Pengertian, Bentuk Umum, Contoh Program ARRAY C++. PENGERTIAN ARRAY.

Untuk lebih lanjut dan tidak berlama-lama mari kita lihat penjelasan berikut ini...



ARRAY adalah himpunan elemen (variabel) dengan tipe yang sama dan disimpan secara berurutan didalam memory yang ditandai dengan pemberian indeks pada suatu nama variabel. Contohnya, kita dapat menyimpan 5 nilai dengan tipe data int tanpa harus mendeklarasikan 5 identifier variabel yang berbeda. Perhatikan contoh di bawah ini :
0
1
2
3
4






Nil
Bagian kosong diatasmempresentasekan elemen array, dalam kasus ini adalah nilai integer. Angka 0-4 adalah indeks dan selalu dimulai dengan angka 0. Seperti penggunaan variabel pada umumnya, array harus dideklarasikan terlebih dahulu dengan format sbb:
                tipe data nama [element];
Maka contoh array diatas dideklarasikan sbb:
                int budi [5];
Ketika mendeklarasikan variabel lokal (didalam fungsi), jika tidak dibeikan nilai maka isi dari array tidak akan ditentukan (undetermined) sampai nilai diberikan. Jiak pendeklarasian array global (diluar semua fungsi) maka isi dari array akan diinisialisasikan sebagai 0 :
                int budi [5];


Maka setiap elemen array budi akan di-inisialisasikan sebagai 0
0
1
2
3
4
0
0
0
0
0
Nil
Atau dideklarasikan dengan memberikan nilai array yang dituliskan dalm kurung kurawal :
int budi [5] = {16,2, 77, 40, 1207};
Maka elemen array budi berisi :
0
1
2
3
4
0
0
0
0
0
Nil
Nilai array dapat diakses secara individual, dengan format :
                nama [indeks];
Maka dari contoh sebelumnyanama yang di gunakan untuk mengakses masing-masing elemen :
(budi) 0
(budi) 1
(budi) 2
(budi) 3
(budi) 4
0
0
0
0
0
Nil
Misalnya akn di simpan nilai 75 pada elemen ketiga, mak intruksinya :
                budi [2] = 75;
Dan jika nilai elemen ketiga tadi akan di berikan ke variabel a, maka dapat di tuliskan :
                a = budi [2];

contoh :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int budi [5] ;
budi [0]=76;
budi [1]=65;
budi [2]=87;
budi [3]=43;
budi [4]=25;
cout<<budi[3]<<endl<<budi[2];
getch();
}

Tampilannya :
43
87 

C. Arraysebagai parameter
Adakalanya array diberikan kedalam fungsi parameter. Dalam c++  tidak memungkinkan untuk pass by value satu blok memory sebagai poarameter satu fungsi. Untuk menggunakan array sebagai parameter maka harus dilakukan saat pendeklarasian fungsi yang  merupakan spesifikasi tipe array pada argumen, contoh :

void fungsi (int arg []);
dalam fungsi ini elemen array dapat diakses seperti biasanya. Sedangkan mengirim array kedalam fungsi tersebut, cukup dituliskan nama array yang akan di kirim kedalam parameter fungsi tersebut.
Array berdimensi banyak dapat dikirimkan kedalam fungsi dengan cara yang mirip dengan array satu dimensi, tetapi besar semua dimensi array kecuali dimensi pertama harus dideklarasikan pada parameter fungsi. Contoh : 
Void  fungsi2 (float matrix [][5]
Atau
Void  fungsi2 (float matrix [6][5] )

D. Arrayberdimensi satu
Bentuk umum :

Tipe nama_var [ukuran];
                Atau
Float nilai_ujian [5];

Contoh :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
int main()
{
int square[100];
int i; /*loop index*/;
int k; /*the integer*/
/*calculate the squares */
for (i=0; i<10; i++)
{
k= i+1;
square[i]=k*k;
printf("\nPangkat dari %d adalah %d ", k, square[i]);
}
getch();
}
Penjelasan
Dari program diatas anda dapat melihat ada 10 elemen yang masing-masing nilainya dapat dipangkatkan, mulai dari 1 sampai 10. Diman dalam memory sudah di pesam tempat sebanyak 100. Sedangkan apabila array akan dikirimkan kesebuah fungsi caranya adalah hanya dengan mencantumkan nama array tanpa diikuti tanda apapun. 

E. Arrayberdimensi dua
Struktur array yang dibahas diatas mempunyai satu dimensi sehingga variabelnya disebut variabel array berdimensi satu. Pada bagian ini ditunjukkan array berdimensi lebih dari satu, yang sering disebut array berdimensi dua.
                Contoh :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
main()
{
int matrix[3][3];
int i,j;

for(i=0;i<=2;i++)
{
for(j=0;j<=2;j++)
{
cout<<"Masukkan angka pada baris ke "<<i<<" kolom ke "<<j<<" : ";
cin>>matrix[i][j];
}
cout<<endl;
}
for(i=0;i<=2;i++)
{
for(j=0;j<=2;j++)
{
cout<<matrix[i][j]<<" ";
}
cout<<endl;
}
getch();
}

Tampilan listing di atas....
Masukkan angka pada baris ke 0 kolom ke 0 : 6
Masukkan angka pada baris ke 0 kolom ke 1 : 3
Masukkan angka pada baris ke 0 kolom ke 2 : 8

Masukkan angka pada baris ke 1 kolom ke 0 : 2
Masukkan angka pada baris ke 1 kolom ke 1 : 5
Masukkan angka pada baris ke 1 kolom ke 2 : 8

Masukkan angka pada baris ke 2 kolom ke 0 : 1
Masukkan angka pada baris ke 2 kolom ke 1 : 5
Masukkan angka pada baris ke 2 kolom ke 2 : 8

6 3 8
2 5 8
1 5 8 

Sumber referensi : Modul Perpustakaan DCC
Kamis, 28 Februari 2013

Belajar HTML



PERTEMUAN 1

I.          PENGENALANHTML
HTML atau HyperText Markup Language merupakan bahasa pemrograman standar yang digunakan di lingkungan berbasis web. Adapun yang bisa dilakukan oleh HTML adalah sebagai berikut:
● Mengontrol tampilan dari webpage dan contentnya.
● Mempublikasikan dokumen secara online sehingga bias diakses seluruh dunia.
● Membuat online form yang bisa digunakan untuk menangani pendaftaran, transaksi secara online.
● Menambahkan object-object applet dalam dokumen HTML.

File HTML biasanya disimpan dengan ekstensi atau akhiran HTML atau HTM saja. File ini sama untuk semua sistem operasi seperti Windows, Linux, UNIX dan sebagainya.

Dalam membuat dokumen HTML murni, untuk sistem operasi Windows kita bisa menuliskannya di program editor seperti Notepad, EditPlus, Adobe Dreamweaver CS6, dll. Namun sebagai dasar pembuatan script, kita gunakan EditPlus.

II.        STRUKTUR HTML
Dalam penulisan dokumen HTML, dokumen ini memuat elemen-elemen yang harus diawalitag pembuka dengan format <nama tag>dan diakhiri tag penutup dengan format, </nama tag>. Ada 3 bagian utama dalam

pembuatan dokumen HTML, yaitu :
● HTML
  Merupakan elemen/tag dasar yang mendefinisikan bahwa dokumen ini dokumen HTML. Setiap dokumen HTML harus diawali dan ditutup dengan tag HTML seperti berikut : <HTML> </HTML>
Tag HTML memberi tahu browser bahwa yang di dalam kedua tag tersebut adalah dokumen HTML.
● HEAD
  Elemen ini merupakan judul dari dokumen yang kita buat. Untuk memberikan judul pada dokumen HTML yang kita buat, pada elemen <HEAD> harus diikuti elemen <TITLE> karena jika elemen <HEAD> berdiri sendiri tidak akan memberikan judul pada dokumen HTML yang kita buat.
● BODY
  Elemen atau Tag <BODY> digunakan untuk mengisi semua data yang akan ditampilkan di halaman dokumen HTML yang kita buat. Jadi, apapun data yang ingin kita tampilkan di halaman dokumen HTML yang kita buat, harus dituliskan di dalam tag ini.

Sebagai latihan, kita akan membuat dokumen HTML berikut ini menggunakan EditPlus, lalu simpan dengan nama Coba.html atau Coba.htm.
Setelah disimpan, kemudian buka dokumen HTML yang tadi dibuat pada web browser seperti Internet Explorer, Mozilla Firefox, dll. Berikut hasil output yang akan ditampilkan :

Judul pada dokumen HTML
Isi dari dokumen HTML
 

 



III.     TAG-TAG DASAR HTML
Tag dasar berarti elemen dasar. Dokumen HTML secara mendasar akan

terdiri atas teks informasi. Bentuk dari penulisan tag HTML adalah sebagai berikut :

<ELEMENT ATTRIBUTE=”VALUE”>
à         Element                         :  Nama tag
à         ATTRIBUTE                :  Attribute dari Tag
à         Value                             :  Nilai dari Attribute

<BODY BGCOLOR=”BLUE”>
BODY merupakan element, BGCOLOR merupakan attribute yang memiliki nilai BLUE.
Adapun tag dasar dari HTML adalah sebagai berikut :

à         HEADING ( JUDUL PARAGRAF )
Dalam membuat sebuah paragraf yang mempunyai judul, heading disini sangat diperlukan untuk pengaturan formatting judul paragraf. Adapun tag-tag yang diperlukan untuk mengatur format judul yaitu dimulai dengan <H1>, <H2>, <H3>, <H4>, <H5> dan <H6>. Adapun perbedaan yang dimiliki tiap tag heading adalah ukurannya.

Sebagai latihan, buatlah script di bawah ini lalu simpan dengan nama heading.html, kemudian jalankan dengan web browser.
Berikut hasil output yang akan ditampilkan :
à         BREAK ( PEMENGGALAN KALIMAT )
Dalam menulis sebuah dokumen yang panjang diperlukan suatu pemenggalan kalimat atau pindah baris sehingga dokumen yang dibuat menjadi lebih efisien. Begitu pula dalam membuat dokumen HTML, diperlukan pemenggalan kalimat. Namun dalam dokumen HTML digunakan tag <BR>. Tag ini ditulis di depan baris kata yang akan dipindahkan. Pindah baris bukan berarti pindah paragraf. Dalam penggunaan tag <BR>, tidak ada tag penutup yang mengikutinya.

Sebagai latihan, buatlah dokumen HTML dengan nama Break.html.

Berikut hasil output yang ditampilkan :

à         PARAGRAF
Dalam membuat dokumen HTMl yang isinya berupa teks panjang tanpa ada pemisah antar paragraf, mungkin akan merepotkan untuk membacanya. Jadi untuk memisahkan antar paragraf diperlukan komponen paragraf.

Komponen penulisan paragraf dalam HTML disingkat dengan <P>. Setiap paragraf yang diberi tag <P> akan ditampilkan dengan loncat satu baris. Penulisan tag <P> tidak harus diberi pasangan atau tag penutup </P>.

Dalam membuat sebuah paragraf juga dibutuhkan perataan teks, terdapat 4 jenis perataan yang biasa digunakan yaitu rata kiri <ALIGN=”LEFT>, rata kanan <ALIGN=”RIGHT>, rata tengah <ALIGN=”CENTER”> dan rata kiri-kanan <ALIGN=”JUSTIFY>. Untuk mengatur format perataan

teks dalam HTML, digunakan tag <P> yang diikuti dengan ALIGN dan diakhiri dengan </P>
Sebagai latihan, buatlah dokumen HTML lalu simpan dengan nama Paragraf.html.
Berikut hasil output yang ditampilkan :

à         GARIS DATAR
Sebuah garis dapat disisipkan dalam dokumen web, umumnya digunakan sebagai pemisah antar bagian atau paragraf dan juga digunakan untuk memisahkan header dengan isi dokumen. Tag ini mendefinisikan Horizontal Rule atau <HR>. Tag ini tidak memerlukan tag penutup dan ditulis dimana akan diletakkan garis mendatar.

Sebagai latihan, buatlah dokumen HTML lalu simpan dengan nama Gari.html

Berikut hasil output yang ditampilkan :

Breaking News

« »
« »
« »
Get this widget

Updates Via E-Mail