Translate

 
Selasa, 21 Juni 2011

Penjelasan Fungsi Tanggal dan Jam

Kali ini saya membahas tentang Fungsi Tanggal dan Jam......!!

Tapi sebelum ngelanjutin pokok pembahasannya, saya mohon maaf klo ada yang kurang soalnya gue juga masih newbie kok...........

OK.....
Sekarang kita mulai....
Pertama sediakan VB 6.0, kemudian pilih standar exe (tentunya, oh iya bisa jg kok mengamati fungsi tanggal dan jam melalui ActiveX Control kok tapi kali ini kita khusus membahas melalui standar exe....)

sebelum lanjut kita tambahkan 1 buah timer dan 1 buah label (klo mau berkreasi, bisa lebih dari i2 kok....)
Next, 
Pada timer atur intervalnya menjadi 1 (sebenarnya gak masalah sich walaupun berapa intervalnya, cuma dalam keadan tertentu kita harus mengatur interval sesuai kebutuhan kita...)
sekarang untuk label cukup sesuaikan kebutuhan......!!!

nach sekarang mulai proses pengcodingan (mulai mengetikkan source kodenya...)


Private Sub Timer1_Timer()
Label1.Caption = Format(Now, "D  DDDD   MMMM   YYYY   hh:mm:ss AM/PM")
End Sub

kalian cukup copas kok.....
mudah kan....????

selanjutnya penjelasannya.
nach ini nich yang loe pada tunggu-tunggu......




Private Sub Timer1_Timer() berarti :
Memulai perintah dasar pada basic pemprograman, sedangkan tulisan Timer1 maksudnya yang akan mengeksekusi perintah tersebut adalah Timer1 dan tulisan Timer adalah tipe Variabel yang akan dieksekusi.

Label1.Caption berarti :
Pada Label1 kita memberikan perintah dan Caption maksudnya perintah berupa penulisan yang akan tertampil pada saat perintah telah dieksekusi.

Format(Now, "D  DDDD   MMMM   YYYY   hh:mm:ss AM/PM") berarti :
Format suatu ekspresi dari perintah waktu, Now suatu format waktu yang menunjukkan waktu sekarang.

Yach klo soal "D  DDDD   MMMM  YYYY   hh:mm:ss AM/PM" kayaknya gak usah dijelasin dech.....



OK.OK.OK.....
klo loe ngotot mau dijelasin, oke lah klo begitu....
D berarti perintah menampilkan tanngal
DDDD berarti perintah menampilkan hari
MMMM berarti perintah menampilkan bulan
YYYY berarti perintah menampilkan tahun
hh:mm:ss berarti perintah menampilkan jam:menit:detik
AM/PM berarti perintah menampilkan pergantian siang dan malam





Sekian duluan yach, capek nich.....!!!
lain kali pasti lebih menarik jadi jangan ketinggalan infonya.....
Ok.Ok.Ok...
Minggu, 19 Juni 2011

Belajar Dasar Visual Basic 6.0

A. PENGENALAN
1. Pengenalan Area Kerja VB 
Visual Basic adalah bahasa pemprograman windows yang berbasis grafis (GUI-Graphical User Interface). Sifat bahasa pemprogramannya adalah event- driven, artinya program akan terjadi jika ada respon dari pemakai berupa event/kejadian tertentu (tombol diklik, mouse ditekan dan lain-lain). Saat event terjadi maka kode yang berhubungan dengan event akan dijalankan. Dalam Visual Basic, pembuatan aplikasi dimulai dengan memperkirakan kebutuhan, merancang tampilan dan selanjutnya diikuti dengan pembuatan kode untuk program tersebut. Pada bagian ini akan dijelaskan tentang pengenalan program Visual Basic dalam pembuatan aplikasi Windows. Menjalankan program Visual Basic sama dengan menjalankan program windows lainnya, yaitu dengan mengklik ganda icon yang digunakan untuk menjalankan program. Berikut adalah tampilan saat pertama kali Visual Basic dijalankan.

Jika kita pilih Standard Exe akan ditampilkan sebuah ruang kerja dengan sebuah form serta penjelasannya seperti pada gambar berikut :

Gambar 1. Kotak dialog New Project











Gambar 2. Bidang Kerja Standar Exe Visual Basic











Keterangan :

Toolbox : Kumpulan dari objek user interface dan kontrol untuk program aplikasi

Menubar : Menu drop-down yang merupakan kumpulan perintah yang dikelompokan berdasarkan kriteria operasi

Toolbar : Kumpulan gambar yang mewakili perintah tertentu pada Visual Basic

Form Windows : Tempat merancang program aplikasi Visual Basic

Project Explorer : Tempat daftar form dan modul proyek aplikasi

Properties Windows : Tempat setting propertis dari objek yang dipilih, misalnya warna, caption dan lain-lain dari objek yang bersangkutan

Layout Windows : Tempat mengatur posisi relatif form terhadap layar monitor

Gambar 3. Toolbox















Berikut ini adalah penjelasan kontrol yang ada di toolbox.


Bentuk Nama Penjelasan :
Pointer Bukan kontrol, tetapi penunjuk kontrol yang berfungsi memindahkan dan mengubah ukuran

kontrol pada form
PictureBox Kontrol untuk menampilkan file gambar (*.bmp, *.jpg, *.gif, *.wmf, dan *.ico)

Label Untuk menampilkan teks pada form, tetapi pemakai tidak bisa berinteraksi dengannya (saat aplikasi dijalankan)

TextBox Untuk menampilkan teks dan pemakai dapat berinteraksi denganya

Frame Untuk mengelompokkan beberapa kontrol

CommandButton Untuk membuat tombol pelaksana suatu perintah

CheckBox Untuk memberikan perintah pilihan benar/salah atau ya/tidak

OptionButton Untuk memilih dari banyak pilihan yang ada

ComboBox Sebagai tempat mengetikkan pilihan atau memilih suatu pilihan lewat Drop-Down-List

ListBox Untuk menampilkan daftar pilihan yang dapat digulung secara horizontal maupun vertikal

HscrollBar Untuk menggulung areal kerja secara horizontal

VscrollBar Untuk menggulung areal kerja secara vertikal

Timer Untuk mengoperasikan waktu kejadian pada rutin program dalam selang waktu yang ditentukan

DriveListBox Untuk menampilakn daftar drive 
DirListBox Untuk menampilkan daftar Direktori (folder) pada drive yang aktif

FileListBox Untuk menampilkan daftar file pada Direktori yang aktif

Shape Untuk membuat lingkaran, segiempat dan elips Line Untuk membuat garis

Image Kontrol untuk menampilkan file gambar (*.bmp, *.jpg, *.gif, *.wmf, dan *.ico) dengan perbedaan dari PictureBox adalah lebih sedikit memakai memory komputer

Data Sebagai sarana akses data dalam suatu database

OLE Untuk menghasilkan proses Link dan Embed objek antar aplikasi
Jendela kode (Code window)


Jendela kode (Code window) adalah tempat menuliskan kode-kode program visual basic. Secara default code window tidak ditampilkan di ruang kerja, untuk mengaktifkannya klik icon view code pada project explorer atau dengan cara dobel klik pada objek tertentu di form windows.
Gambar 4. Jendela Kode










Event adalah peristiwa atau kejadian yang diterima oleh suatu objek, misalnya mouse diklik kanan, doubleklik, penekanan tombol (CommandButton) dan sebagainya. Event itu sendiri ada yang bersifat spesifik terhadap suatu kontrol (objek), dan ada yang bersifat umum. Contohnya event umum adalah kejadian mouse diklik atas objek, sedangkan event resize hanya dimiliki oleh objek form, edangkan objek yang lain tidak. Untuk mengetahui kejadian apa saja yang dimiliki oleh sebuah objek, dapat dilihat dengan fasilitas help, dengan terlebih dahulu memilih objek dan menekan tombol F1.


Gambar 5. Jendela Modul










Modul dapat disejajarkan dengan form, tetapi tidak terdapat objek. Modul hanya berisi kode-kode program berupa prosedur dan deklarasi variabel yang sifatnya global, artinya kode-kode yang terdapat pada modul dapat digunakan oleh seluruh bagian program, sedangkan kode-kode yang diletakkan pada form hanya dapat digunakan oleh form yang mengandung kode tersebut. Karena hanya menggunakan satu buah form didalam buku ini tidak digunakan modul. Untuk membuat modul adalah pada menubar Project pilih Add Modul. Control Jendela Kode Procedure


B. Pengenalan Windows API (Application Programming Interface)

Window API merupakan kumpulan fungsi-fungsi eksternal yang disediakan library windows untuk mengatur kemampuan dan tingkah laku setiap element di Windows (dari tampilan di desktop hingga alokasi memory) sehingga dapat dimanfaatkan suatu program untuk meningkatkan kemampuan program tersebut, contohnya saja untuk pengaksesan registry windows dengan fasilitas built in visual basic sangat sukar dilakukan, tetapi dengn adanya fasilitas API untuk registry dari library advapi32.dll, pengaksesan tersebut menjadi lebih mudah. Untuk memasukkan Window API ke dalam proyek Visual Basic, cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan program API Viewer yang terdapat di menubar Add-Ins yaitu Add-In Manager. Pilih Loaded API Viewer, lalu buka text file darinya, pilih Win32api.txt


Gambar 5. API Viewer











Gambar 6. Tampilan program API-Guide









Program tersebut menyediakan contoh-contoh source code visual basic yang menggunakan API. Sehingga kita dapat mempelajarinya.


B. PERINTAH

1. Perintah Variabel

Dalam bekerja dengan kode program, termasuk dengan program Visual Basic, kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya Variabel. Variabel adalah nama penyimpanan data di memori komputer yang digunakan selama eksekusi program dan nilainya datanya bisa berubah-rubah.
Dibandingkan dengan type data yang terdapat pada bahasa basic, type data yang disediakan pada Visual Basic lebih banyak, seperti: type Currency, Decimal, Object, dan Variant.. Variant merupakan type variabel yang istimewa, karena dapat berubah dari satu type ke type yang lain, sesuai dengan evaluasi ekspresi oleh Visual Basic. Ketepatan pemilihan type variabel akan sangat menentukan pemakaian resources oleh aplikasi yang dihasilkan, adalah tugas programmer untuk memilih type yang sesuai untuk menghasilkan program yang efisien dan berperfomance tinggi. Nama variabel sebaiknya disesuaikan dengan nilai yang disimpan ke dalamnya, tetapi ada aturan dalam pembuatan nama variabel, yaitu :
  1. Dimulai dengan huruf, setelahnya baru diperbolehkan diikuti angka
  2. Jumlah karakter tidak boleh lebih dari 255 karakter
  3. Tidak boleh disispi dengan karakter-karakter tertentu, seperti karakter . , ? | \ / ” ( ) { } ! @ # $ % ^ & *
  4. Unik, tidak boleh sama dengan yang lain.
Variabel terdiri atas beberapa jenis. Setiap jenis variabel memiliki nilai rentang yang diperbolehkan, selain itu pemilihan jenis variabel dan jumlah variabel akan berpengaruh terhadap jumlah kebutuhan memory komputer (RAM), berikut jenis variabel yang digunakan dalam Visual Basic :
  1. Boolean : menampung nilai biner, True atau False
  2. Byte : Menampung nilai bulat kecil antara 0-256
  3. Integer : Menampung nilai bulat antara -32768 s/d 32768 (15 bit)
  4. Long : Menampung nilai bulat dengan bit yang panjang (31 bit)
  5. Single : Menampung nilai pecahan dari 10-38 sampai dengan 1038 pada bagian positif, dan -10-38 sampai dengan -1038 pada bagian negatif.
  6. Double : Menampung nilai pecahan dari 10-108 sampai dengan 10108 pada bagian positif, dan -10-108 sampai dengan -10108 pada bagian negatif.
  7. String : Menampung nilai non numerik atau string, misalkan untuk menyimpan alamat. Variabel ini tidak bisa dioperasikan secara aritmatika.
  8. Date : Menampung nilai tanggal
  9. Variant : Merupakan variabel bebas, yang menampung nilai tergantung nilai apa yang ditampung pertama kali.
Untuk mendeklarasikan suatu variabel yang bukan jenis variant harus menggunakan perintah Private, Dim, Public, atau Static.

Private Digunakan membuat variabel lokal, hanya dapat diakses dalam prosedur atau modul dimana ia dideklarasikan.
Contoh Private hari as Date

Dim Digunakan untuk mendaftarkan variabel tipe tertentu
Contoh : Dim i as integer

Public Digunakan agar variabel tersebut dapat diakes dari prosedur lain
Contoh : Public i as long

Static Digunakan agar isi datanya tidak tetap ada di memory setiap kali digunakan.
Contoh : Static i as Integer

2. Konstanta

Konstanta adalah variabel yang nilainya tetap, cara penulisannya adalah sebagai berikut :
[Public/Private] Const nama_konstanta [As Type]= Ekspresi

Keterangan :
[..] Diperbolehkan tidak ada
Public Dapat diakses dari semua form/modul.
Private Hanya dapat diakses dari form/modul dimana dideklarasikan
Type Jenis data, misalnya integer, string dan sebagainya
Ekspresi Nilai yng cara penulisannya tergantung pada type data, misalnya :

· Konstanta Numerik (Byte, Integer, Single, Double dan lainnya) ditulis apa adanya. Contoh : 250, -75, 567E-2 
· Konstanta String ditulis dengan diapit tanda petik (“ “). Contoh :

“007”, “Tulisanku”, “I love you”

· Konstanta Date ditulis dengan diapit tanda pagar (# #). Contoh :

#30/06/1976#, #4:15 PM#

· Konstanta Boolean, hanya berisi dua nilai, yaitu True atau False.


3. Fungsi

Fungsi adalah suatu prosedur yang dapat menerima berbagai nilai untuk kemudian diolah dan memberikan hasil sebagai umpan baliknya.Nilai yang dimasukkan ke dalam suatu fungsi disebut Parameter, yang dapat berupa berbagai jenis angka, string, dan sebagainya. Terdiri atas :

a. Fungsi string

Berguna untuk memanipulasi data string, contohnya :

· & Berguna untuk menggabungkan nilai string, contohnya : “Rumah” & “Sakit” menghasilkan “Rumah Sakit”

· Asc() Berguna untuk mengubah nilai string menjadi nilai ASCII, Contohnya : Asc(“A”) menghasilkan 65

· Chr() Berguna untuk mengubah nilai ASCII menjadi nilai String, Contohnya : Chr(65) menghasilkan A

· Left() Berguna mengambil n karakter di sebelah kiri string Contoh : Left(“Komputer”, 2) menghasilkan “Ko”

· Right() Berguna mengambil n karakter di sebelah kanan string Contoh : Right(“Komputer”, 2) menghasilkan “er”
· Mid() Berguna mengambil n karakter string dari suatu posisi yang Ditetapkan. Contoh : Mid(“Komputer”, 2, 3) menghasilkan “ompu”

· Len() Berguna mendapatkan jumlah karakter yang membentuk string Contoh : Len(“Komputer”) menghasilkan 8

· Str() Berguna mengubah nilai numerik menjadi nilai string Contoh : Str(2+3) menghasilkan “5”

· Val() Berguna mengubah nilai string menjadi nilai numerik Contoh : Val(“5”) menghasilkan 5

· Ucase Berguna mengubah nilai string menjadi huruf besar Contoh : Ucase(“Rumah sakit”) menjadi “RUMAH SAKIT’

· Lcase Berguna mengubah nilai string menjadi huruf kecil Contoh : Lcase(“Rumah Sakit”) menjadi “rumah sakit”

b. Fungsi Matematik

Berguna untuk melakukan perhitungan ataupun manipulasi tertentu terhadap data numerik, contohnya :


· Abs() Berguna menghasilkan nilai absolut, contoh : Abs(-30) = 30

· Atn() Menghasilkan nilai arc tangen dalam radian, contoh : Atn(3.14) = 1.2626

· Cos() Menghasilkan nilai cosinus dalam radian, contoh : Cos(3.14) = -1

· Sin() Menghasilkan nilai sinus dalam radian

· Tan() Menghasilkan nilai tangen dalam radian

· Mod() Menghasilkan nilai sisa pembagian, contoh : 8 mod 3 = 2

· Sqr() Menghasilkan nilai akar bilangan, contoh : Sqr(16) = 4

· Round() Membulatkan bilangan cacah dalam jumlah desimal tertentu, Contoh : Round(33.3457, 2) = 33.34

· Hex() Menghasilkan nilai hexadesimal dari suatu bilangan Contoh : Hex(459) = 1CB

· Oct() Menghasilkan nilai oktal dari suatu bilangan Contoh : Oct(8) = 10


c. Fungsi Tanggal dan Jam


Beberapa fungsi yang diperuntukkan khusus bagi varibel type Date adalah :

· Now Menghasilkan tanggal dan jam sistem komputer.

· Date Menghasilkan tanggal sistem komputer, contoh : Date menghasilkan tanggal sekarang, misalnya 17/01/2005

· Day() Menghasilkan angka tanggal dari tanggal, contoh : Day(Date) = 13

· Month() Menghasilkan angka bulan dari tanggal, contoh : Month(Date) = 1

· Year() Menghasilkan angka tahun dari tanggal, contoh : Year(#17/01/2005#) = 2005

· Time Menghasilkan jam sistem komputer, contohnya : Time menghasilkan 11:30:56

· Hour() Menghasilkan angka jam, contoh : Hour(#11:30:56#) = 8

· Minute() Menghasilkan angka menit, contoh : Minute(Time) = 30

· Second() Menghasilkan angka detik, contoh : Second(Time) = 56


4. Operator

Operator adalah tanda yang digunakan untuk menghubungkan suatu variabel atau konstanta dengan variabel atau konstanta lain untuk diolah atau dimanipulasi.

Ada beberapa type operator, yaitu :

a. Operator Aritmatik

Operator Operasi Contoh :
^ Pemangkatan 4^2 = 8
- Minus -8
*, / Perkalian dan pembagian 4*8/2
\ Pembagian integer 10\3
Mod Sisa hasil bagi 10 Mod 4
+, - Penambahan dan pengurangan 5 + 2 – 1

b. Operator Pembanding

Operator Operasi Contoh :
= Sama dengan Nilai = 12
<> Tidak sama dengan Nilai <> 12
< Lebih kecil Nilai < 15
> Lebih besar Nilai > 15
<= Lebih kecil atau sama dengan Nilai <= 15
>= Lebih besar atau sama dengan Nilai >= 15

c. Operator Logika 

Operator Operasi
Not Tidak
And Dan
Or Atau
Xor Exlusive Or
Eqv Ekivalen
Imp Implikasi

5. Penyeleksian kondisi

Ada beberapa penyeleksian kondisi yang sering digunakan dalam pengontrolan jalannya suatu program, yaitu :

a. If (kondisi) then (ekspresi)
Berfungsi jika sesuai dengan kondisi, maka ekspresi akan dijalankan, contoh : If data = 20 then msgbox(“OKE”)
Artinya jika nilai variabel data = 2 maka dimunculkan kotak bertulisan OKE.

b. If (kondisi) Then (Ekspresi1) Else (Ekspresi2)

Berfungsi jika sesuai dengan kondisi maka ekspresi1 dijalankan, jika tidak sesuai maka ekspresi2 di jalankan, contoh :

If data = 20 then
Msgbox(“OKE”)
Else
Msgbox(“Coba lagi”)
End if

Artinya jika data isinya 20 maka kotak pesan bertulisan “OKE” jika tidak
bertulisan “Coba lagi”.

c. Select Case

Digunakan untuk emnjalankan satu blok perintah yang jumlahnya banyak. Bentuk penulisannya adalah sebagai berikut :

Select Case (variabel)
Case (nilai1)
(blok perintah1)
Case (nilai2)
(blok perintah2)
Case (nilai3)
(blok perintah3)
(dst)

End select

Contoh :
Dim dat as integer
Select case dat
Case 12
Msgbox(“Dua belas”)
Case 15
Msgbox(“Lima belas”)
Case 20
Msgbox(“Dua puluh”)
End Select

Artinya jika variabel integer dat nilainya 12 kotak pesan dimunculkan dengan tulisan “Dua belas”, jika nilainya 15 kotak pesan bertulisan Lima belas dan seterusnya.


6. Struktur Pengulangan (Looping)

Dalam pengontrolan jalannya suatu program looping digunakan untuk mengulang suatu blok perintah sampai kondisi tertentu. Proses ini akan terus bekerja selama kondisi yang dibandingkan bernilai benar (True), jika salah maka looping dihentikan dan dilanjutkan oleh perintah selanjutnya. Struktur pengulangan yang sering digunakan antara lain adalah sebagai berikut :

a. For – Next

Digunakan untuk mengulang blok perintah dalam jumlah yang telah ditentukan, di dalamnya hanya perlu menuliskan nilai awal dan nilai akhir variabel penghitung.
Bentuk penulisannya adalah sebagai berikut :

For (Variabel integer) = (awal) to (akhir) [step (pertambahan)]
(blok perintah)
Next

Keterangan :

[step (pertambahan)] tidak selalu harus ada
Contoh :
Dim ulang as integer
For ulang = 0 to 30
Print ulang
Next
Akan menghasilkan tulisan dari “0” hingga “30” di form.

b. Do While – Loop

Digunakan untuk melakukan pengulangan terus menerus selama kondisi memenuhi syrat. Jika bernilai False akan berhenti.
Cara penulisannya adalah sebagai berikut :


Do While (kondisi)
(Ekspresi)
Loop


Contoh :
Dat = 1
Do while Dat< 20
Print Dat
Dat = Dat + 1
Loop
Jika nilai Dat sudah mencapai 19 maka perulangan akan berhenti.

c. For Each – Next
Digunakan untuk mengulang satu blok perintah bagi tiap elemen pada suatu koleksi objek. Contoh koleksi berupa kumpulan kontrol pada sebuah form, dimana masing-masing kontrol tersebut menjadi komponennya. Pemakaian struktur ini sangat cocok jika kita tidak mengetahui berapa jumlah komponen pada form atau lembar kerja.

Bentuk penulisannya adalah sebagai berikut :
For (komponen) in (group)
(ekspresi)
Next

Contoh penulisannya :
Private Sub Command1_Click
Dim ctrl as Object
For Each ctrl In Form1.Controls
ctrl.Enabled = False
Next
End Sub

Artinya saat event Command1 diklik maka semua kontrol yang berjenis objek
di dalam form1, propertis enablednya diset false.
Rabu, 15 Juni 2011

Mari Berbisnis melalui internet dan Raih Untung Besar !!!

SKEFO ( SEKEDAR INFO )...!!
RT-RW Net merupakan Bisnis Internet Wireless yang paling banyak saat ini, RTRW Net merupakan bisnis jaringan wireless tanpa perangkat banyak dan harga yang sangat mahal.


Hal-hal yang harus anda perhatikan untuk memulai Bisnis Hotpsot


Tentukan konsep bisnis hotspot Anda



Konsep hotspot ini merupakan awal yang sangat penting untuk Anda tentukan. Apakah hotspot Anda nantinya akan dapat digunakan secara gratis atau harus membeli voucher tertentu? Anda harus menentukan hal dasar ini terlebih dahulu karena akan menyangkut perencaaan infrastruktur hotspot itu sendiri.


Alternatif yang biasa dipilih adalah memberikan waktu trial khusus secara gratis selama beberapa waktu (satu atau dua bulan pertama). Selanjutnya, pengunjung harus membayar atau membeli voucher sebelum bisa mengakses hotspot Anda. Kadang kala, ada beberapa tempat yang memang sengaja memberikan layanan Wi-Fi hotspot secara gratis. Namun, Anda harus berbelanja (atau memesan makanan) selama mengakses hotspot tersebut.
Layanan Akses Internet cukup murah dan cepat


Hal yang harus Anda perhatikan adalah miliki adalah akses Internet yang cepat dan murah. Akses Internet ini pada umumnya menggunakan layanan broadband dengan kecepatan yang cukup tinggi (128 Kbps atau lebih), tergantung target jumlah pengunjung yang akan mengakses layanan hotspot ini.
Membangun Hotspot tanpa Menggunakan Billing


Bagian ini akan membahas singkat mengenai cara pembuatan hotspot gratis (tanpa sistem billing tertentu). Secara umum, sistem hotspot gratisan tidaklah berbeda jauh dengan sistem Wi-Fi di rumah yang saat ini mulai banyak digunakan. Anda hanya perlu beberapa alat untuk membuat jaringan seperti ini.


Alat pertama yang harus Anda miliki tentunya adalah modem. Modem ini harus disesuaikan dengan jenis koneksi Internet yang Anda gunakan (ADSL, Cable, dan lainnya).


Selanjutnya, Anda juga harus memiliki sebuah router yang akan berfungsi sebagai gateway. Router inilah yang akan mengatur semua koneksi dari client ke Internet. Sebaiknya, Anda membeli router yang telah dilengkapi dengan fungsi Access Point terintegrasi. Jika Anda membeli router yang tidak memiliki fungsi Access Point, maka Anda juga harus membeli Access Point terpisah.





Membangun Hotspot dengan Menggunakan Billing Hotspot


Membangun hotspot dengan menggunakan billing akan jauh lebih mudah dibandingkan dengan tanpa billing. Sistem yang umum digunakan adalah dengan menggunakan voucher generator maupun refill generator yang secara otomatis akan dibuat oleh sistem billing hotspot.








Sistem ini umumnya bisa bekerja secara independen. Ia memiliki fungsi router/gateway dan juga Access Point (Anda tetap harus membeli modem). Sistem billing dan voucher generator-nya telah terintegrasi. Biasanya, ia juga memiliki keypad (untuk menentukan jumlah voucher yang dibeli) dan printer (untuk mencetak voucher). Sistem ini hanya perlu dikonfigurasi saat awal via PC, selanjutnya semua operasi sistem bisa bekerja secara independen. PC hanya dibutuhkan untuk melakukan perubahan konfigurasi saja.
Konfigurasi koneksi akses Internet


Infrastruktur jaringan yang harus dibuat pada dasarnya cukup sederhana. Dasarnya, untuk koneksi ke Internet akan dibutuhkan modem. Dari modem, koneksi akan dimasukkan ke router atau gateway. Selanjutnya, dari router koneksi baru dibagi ke client via koneksi kabel ataupun wireless (via Access Point).





Memantau pemakaian user


Hal ini hanya perlu dilakukan oleh Anda yang menggunakan sistem login. Masuklah ke router dan cari menu “Report” atau sejenisnya. Di sana, Anda bisa menemukan username dan password yang di-generate oleh sistem





Informasi diatas sangat jelas sekali seperti lama pemakaian, sisa waktu pemakaian, dan jumlah uang yang dibayarkan juga bisa dilihat. Pastikan saja bahwa tidak ada kejanggalan di sini. Setiap kejanggalan sebaiknya segera diperiksa lebih detail.


Berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun Hotspot.....??



Nach sekarang waktunya, buat anda yang serius ingin membuat hostpot RT-RW net cukup menyediakan beberapa perangkat dalam paket.



Berikut adalah beberapa perangkat dalam Paket :

Mikrotik RB750
Dengan menggunakan RB 750 yang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur yang cocok untuk membangun sebuah Hotspot/RT-RW Net. Anda bisa memanfaatkan perangkat ini sebagai gateway internet anda tanpa menggunakan server komputer.



TP-Link WA601g
AP berfingsi sebagai media pemancar sinyal wireless dalam sebuah jaringan Hotspot atau RT/RW Net. Dengan dilengkapi berbagai fitur baru, TL-WA 601g makin membuat jaringan anda handal dan mudah untuk digunakan.



Omni 15db Merek OEM
Antena Omni ini akan berfungsi sebagai penguat pancaran sinyal jaringan Hotspot/RT-RW Net anda hingga mencapai 1 Km. Dengan ketahanan yang tinggi dan kualitas pancaran yang stabil , antena omni ini akan membantu anda dalam membangun jaringan yang bagus dan tahan lama.



Kabel UTP 30 Meter+POE
Kabel terbaik saat ini dengan merek Belden (Original) berfunngsi sebagai penghubung RB750 dengan AP yang anda taruh di atas. Kabel sudah disertai dengan peralatan pendukung seperti POE dan RJ 45 (sudah terpasang)





Isi Paket RT-RW NET/Hotspot ini:
  • Antenna Hi-Gain 15 dBi Omnidirectional
  • Bracket Antenna Omni 
  • Wireless Akses Point TL-WA601g, Adapter, POE for AP TL-WA601g 
  • Pigtail 
  • Mikrotik RB750, Adapter, POE for RB750 
  • Kabel UTP 30M Merek BELDEN + Konektor RJ45 
  • Box Outdoor
Harga Paket RT-RW Net Standar = Rp 1.800.000

Jika anda masih membutuhkan informasi atau ingin melakukan pemesanan segera kirimkan ke

E-mail: akil.madrid@yahoo.co.id atau No. 085255633552
Minggu, 05 Juni 2011

SETTING DHCP DNS SERVER PADA LINUX DEBIAN 4

SETTING DHCP DAN DNS SERVER dan WEB SERVER
Opsi konfigurasi :


IP Address
1. ns.smkn2tkl.sch.id = 200.100.50.20/28
2. www.smkn2tkl.sch.id = 200.100.50.25/28
3. tkj.smkn2tkl.sch.id = 200.100.50.25/28
4. PC Client = 200.100.50.30/28

DNS Server
1. SIstem Operasi = OSS (Linux/FreeBSD)
2. Domain = smkn2tkl.sch.id
3. Email Admin = nama_peserta@sekolah.sch.id
4. Sub Domain = www.smkn2tkl.sch.id

tkj.smkn2tkl.sch.id


Web Server
1. Sistem Operasi = OSS (Linux/FreeBSD)
2. Port Enable = 80
3. Virtual Host Enable = Yes
4. Document Root =
www.smkn2tkl.sch.id =/home/nama_peserta/smkn2tkl/index.php
tkj.smkn2tkl.sch.id =/home/nama_peserta/tkj/index.php

PERSIAPAN
Klik Kanan layar desktop
Klik New Terminal

Konfigurasi IP Addres
Ketikkan:
pico /etc/network/interfaces ¿ (enter)


pastikan isinya seperti di bawah ini:

# This file describes the network interfaces available on your system

# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).

# The loopback network interface

auto lo

Iface lo inet loopback

auto eth0


iface eth0 inet static

address 200.100.50.20
netmask 255.255.255.240
network 200.100.50.0


broadcast 200.100.50.255

Simpan dan keluar:
Tekan Ctrl+O, Enter, kemudian Ctrl+X




Edit file hosts
Ketikkan:
pico /etc/hosts ¿ (enter)




Pastikan isinya:
127.0.0.1 localhosts
200.100.50.20 smkn2tkl.sch.id server


# the following lines are desirable for IpV6 capable hosts




Simpan dan keluar:
Tekan Ctrl+O, Enter, kemudian Ctrl+X




Edit File Resolv.conf
Ketikkan:
pico /etc/resolv.conf ¿ (enter)




Pastikan Isinya:
domain ns.smkn2tkl.sch.id.
search smkn2tkl.sch.id
nameserver 200.100.50.20




Simpan dan keluar:
Tekan Ctrl+O, Enter, kemudian Ctrl+X




restart network


ketikkan:


/etc/init.d/networking restart ¿ (enter)


Hasilnya:
Reconfiguring network interfaces…done.


Mengecek IP Addres


Ketikkan:


Ifconfig ¿ (enter)


Hasilnya (kurang lebih):
eth0 Link encap:Ethernet Hwaddr 00;0C;F1;A4:8D;45
inet addr:200.100.50.20 Bcast:200.100.50.255 Mask:255.255.255.240
UP BROADCAST MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:6 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
Collusions:0 txqueuelen:100
RX bytes:0 (0.0 b) TX bytes:252 (252.0 b)
Interrupt:11 Base address:0xdc00 Memory:ff8ff000-ff8ff038




2. Installasi DHCP Server

a). Install DHCP Server :


apt-get install dhcp3-server ¿ (enter)


b). Edit file konfigurasi DHCP Server :


pico /etc/dhcp3/dhcpd.conf ¿ (enter)


Hasilnya kurang lebih:


#


# Sample configuration file for ISC dhcpd for Debian


#


# $Id: dhcpd.conf,v 1.1.1.1 2002/05/21 00:07:44 peloy Exp $


#


# The ddns-updates-style parameter controls whether or not the server will


# attempt to do a DNS update when a lease is confirmed. We default to the


# behavior of the version 2 packages (‘none’, since DHCP v2 didn’t


# have support for DDNS.)


ddns-update-style none;


# option definitions common to all supported networks…


#option domain-name 192.168.2.1;


option domain-name-servers 192.168.13.13, 208.67.222.222, 208.67.220.220;”(untuk memberikan secondary IP DNS)”


default-lease-time 600;


max-lease-time 7200;


# If this DHCP server is the official DHCP server for the local


# network, the authoritative directive should be uncommented.


#authoritative;


# Use this to send dhcp log messages to a different log file (you also


# have to hack syslog.conf to complete the redirection).


log-facility local7;


# No service will be given on this subnet, but declaring it helps the


# DHCP server to understand the network topology.


#subnet 10.152.187.0 netmask 255.255.255.0 {


#}


# This is a very basic subnet declaration.


#subnet 10.254.239.0 netmask 255.255.255.224 {


# range 10.254.239.10 10.254.239.20;


# option routers rtr-19-0-1.beckz.net, rtr-19-0-2.beckz.net;


#}


# This declaration allows BOOTP clients to get dynamic addresses,


# which we don’t really recommend.


#subnet 10.254.239.32 netmask 255.255.255.224 {


# range dynamic-bootp 10.254.239.40 10.254.239.60;


# option broadcast-address 10.254.239.31;


# option routers rtr-239-32-1.example.org;


#}


# A slightly different configuration for an internal subnet.


subnet 200.100.50.0 netmask 255.255.255.240 {


range 200.100.50.100 200.100.50.200;


option domain-name-servers 200.100.50.20;


option domain-name “smkn2tkl.sch.id”;


option routers 200.100.50.20;


option broadcast-address 200.100.50.255;


default-lease-time 600;


max-lease-time 7200;


}



# Hosts which require special configuration options can be listed in


# host statements. If no address is specified, the address will be


# allocated dynamically (if possible), but the host-specific information


# will still come from the host declaration.


#host passacaglia {


# hardware ethernet 0:0:c0:5d:bd:95;


# filename “vmunix.passacaglia”;


# server-name “toccata.fugue.com”;


#}


# Fixed IP addresses can also be specified for hosts. These addresses


# should not also be listed as being available for dynamic assignment.


# Hosts for which fixed IP addresses have been specified can boot using


# BOOTP or DHCP. Hosts for which no fixed address is specified can only


# be booted with DHCP, unless there is an address range on the subnet


# to which a BOOTP client is connected which has the dynamic-bootp flag


# set.


#host fantasia {


# hardware ethernet 08:00:07:26:c0:a5; “(untuk menentukan IP yang di dapat dengan memasukkan MAC address)”


# fixed-address fantasia.fugue.com;


#}


host fantasia {


hardware ethernet 00:1E:68:1E:D4:A5;


fixed-address 192.168.13.2;


}


# You can declare a class of clients and then do address allocation


# based on that. The example below shows a case where all clients


# in a certain class get addresses on the 10.17.224/24 subnet, and all


# other clients get addresses on the 10.0.29/24 subnet.


#class “foo” {


# match if substring (option vendor-class-identifier, 0, 4) = “SUNW”;


#}


#shared-network 224-29 {


# subnet 10.17.224.0 netmask 255.255.255.0 {


# option routers rtr-224.example.org;


# }


# subnet 10.0.29.0 netmask 255.255.255.0 {


# option routers rtr-29.example.org;


# }


# pool {


# allow members of “foo”;


# range 10.17.224.10 10.17.224.250;


# }


# pool {


# deny members of “foo”;


# range 10.0.29.10 10.0.29.230;


# }


#}



Simpan dan keluar:

Restart DHCP server
Ketikkan:
/etc/init.d/dhcp3-server restart

3. Installasi DNS Server



Menginstall Paket DNS


apt-get install bind9


Tambahkan scripts pada file /etc/bind/named.conf untuk membuat zone forward dan zone reverse


pico /etc/bind/named.conf






Ketikkan scripts dibawah ini pada baris terbawah.






zone "smkn2tkl.sch.id" {
type master;
file "db.smk";
};




zone "50.100.200.in-addr.arpa" {
type master;
file "db.ip";
};

Simpan dan keluar:

Mengedit file db.ip
Ketikkan :
pico /etc/bind/db.127 Enter

Pastikan Hasilnya:
$TTL 86400
@ IN SOA ns.smkn2tkl.sch.id. root.smkn2tkl.sch.id. (


1997022700 ; Serial
28800 ; Refresh
14400 ; Retry
3600000 ; Expire
86400 ) ; Minimum


@ IN NS ns.smkn2tkl.sch.id.
1 IN PTR ns.smkn2tkl.sch.id.
;
2 IN PTR www.smkn2tkl.sch.id.
2 IN PTR tkj.smkn2tkl.sch.id.




Simpan dengan nama db.ip dan keluar:

Mengedit file db.local
Ketikkan :
pico /etc/bind/db.local Enter

Pastikan Isinya:
$TTL 86400
@ 1D IN SOA ns.smkn2tkl.sch.id. root.smkn2tkl.sch.id. (


42 ; serial (d. adams)
3H ; refresh
15M ; retry
1W ; expiry
1D ) ; minimum


1D IN NS ns.smkn2tkl.sch.id.
ns 1D IN A 200.100.50.20
;
smkn2tkl.sch.id. IN A 200.100.50.20
www IN A 200.100.50.25
tkj.smkn2tkl.sch.id. IN A 200.100.50.25


Simpan dengan nama file db.smk dan keluar:

Edit File Resolv.conf
Ketikkan:
pico /etc/resolv.conf
Pastikan Isinya:
domain ns.smkn2tkl.sch.id.
search smkn2tkl.sch.id
nameserver 200.100.50.20

Simpan dan keluar:
Menjalankan Server DNS
Ketikkan:
/etc/init.d/bind9 restart
Hasilnya:
[root@smkn2tkl root]# service named restart
Stopping named:
named: already running[root@smkn2tkl root]#

Mengecek keberhasilan pembuatan Server DNS
├śMengecek dengan menggunakan nslookup :
Ketikkan:
nslookup -sil 200.100.50



Hasilnya:
Server: 192.168.1.1
Address: 192.168.1.1#53
1.1.168.192.in-addr.arpa name = smkn2tkl.net.

├śMengecek port 53 apakah sudah terbuka :

Ketikkan:
nmap 192.168.1.1

Hasilnya:
Starting nmap V. 3.00 ( www.insecure.org/nmap/ )
Interesting ports on server.smkn2tkl.net (192.168.1.1):
(The 1597 ports scanned but not shown below are in state: closed)
Port State Service
22/tcp open ssh
53/tcp open domain
111/tcp open sunrpc
6000/tcp open X11

Nmap run completed -- 1 IP address (1 host up) scanned in 3 seconds

├śMelakukan test ping :

Ketikkan:
ping smkn2tkl.net

Jika muncul pesan reply seperti berikut, saya ucapkan selamat karena Anda telah berhasil membuat Server DNS. Unuk menghentikan proses PING tekan Ctrl+C

64 bytes from server.smkn2tkl.net (192.168.1.1): icmp_seq=1 ttl=64 time=0.023 ms
64 bytes from server.smkn2tkl.net (192.168.1.1): icmp_seq=2 ttl=64 time=0.028 ms
64 bytes from server.smkn2tkl.net (192.168.1.1): icmp_seq=3 ttl=64 time=0.028 ms
64 bytes from server.smkn2tkl.net (192.168.1.1): icmp_seq=4 ttl=64 time=0.028 ms

PEMBUATAN DNS SERVER JUGA SUDAH SELESAI “bozzzzzzzz”

Breaking News

« »
« »
« »
Get this widget

Updates Via E-Mail